ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Muhammadiyah di Era Digital
31 Desember  2018

Pendidikan Madrasah di Era Digital
31 Desember  2018

Jalan Terjal Menjadi (C)PNS
31 Desember  2018

Fenomena Klithih
31 Desember  2018

Bencana Alam Dilihat dari Perspektif Agama
31 Desember  2018

Belajar dari SKD CPNS 2018
31 Desember  2018

Guru Milenial
9 Desember  2018

Pembentukan Bayangan Pada Mikroskop
13 September  2018

Pembentukan Bayangan Pada Lup
16 July  2018

Pembentukan Bayangan Pada Mata
13 July  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Lensa Cekung
25 Juni  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Lensa Cembung
25 Juni  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Cermin Cekung
24 Juni  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Cermin Cembung
22 Juni  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Cermin Datar
20 Juni  2018

Bangun Ruang Sisi Datar (Limas)
22 Mei  2018

Bangun Ruang Sisi Datar (Prisma)
21 Mei  2018

Bangun Ruang Sisi Datar (Balok)
21 Mei  2018

Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus)
20 Mei  2018

Bangun Datar (Lingkaran)
9 Mei  2018


Selamat datang di portal ini. Jangan lupa saran, kritik dan komentarnya untuk perbaikan dan penyempurnaan web. Terimasih atas kunjungan dan partisipasi Anda. Salam sukses...





Jalan Terjal Menjadi (C)PNS
 

Menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) merupakan impian bagi sebagian angkatan kerja produktif. Berbagai faktor yang menjadi penyebab, diantaranya pendapatan yang jelas dan pasti, jenjang karir yang menjanjikan, adanya dana pensiun bagi yang purna tugas, status sosial yang ikut terdongkrak dan lain sebagainya. Hampir setiap ada peluang kerja CPNS, masyarakat berbondong-bondong mengikuti prosedur tes tidak peduli dengan kapasitas formasi yang dibutuhkan.

Pada tahun 2018 ini, pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) membuka lowongan kerja sebagai CPNS secara besar-besaran, setelah sekian lama vakum perekrutan CPNS. Berdasarkan data dari BKN jumlah formasi yang dibutuhkan sebanyak 200 ribuan dengan jumlah pelamar mencapai 4 juta ebih, dari berbagai instansi. Dengan kata lain, rata-rata rasio antara jumlah formasi dengan jumlah pelamar adalah 1 : 200, artinya untuk satu formasi CPNS rata-rata diperebutkan oleh 200 orang, persaingan yang sengit dan ketat.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, sistem seleksi CPNS tahun ini terpusat dengan berbagai model seleksi yang harus diikuti. Pada tahun ini, pemerintah menggunakan Sistem CAT, sehingga penyelenggaraan CPNS menjadi sangatlah ketat, dan sangat transparan. Nilai yang dihasilkan langsung dapat dilihat ketika peserta selesai ujian. Akan ada tiga seleksi yang dihadapi para peminat yang ingin jadi PNS, yaitu seleksi administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD), dan Seleksi Kompetensi Bidang. (SKB). Untuk Seleksi Kompetensi Dasar terbagi lagi menjadi tiga, yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Masing-masing seleksi mempunyai syarat-syarat, kriteria, bobot dan passing grade tertentu yang harus dipenuhi oleh calon pelamar CPNS.

Dengan berbagai tahapan seleksi ini tentu pemerintah berharap dapat merekrut calon tenaga kerja yang siap menjadi CPNS yang sesuai kualifikasi dan bidangnya, serta tidak kalah pentingnya tenaga kerja yang berwawasan kebangsaan, cinta tanah air, mempunyai semangat bela negara, cerdas, kreatif, trampil, jujur, tanggungjawab, berempati dan berkepribadian yang baik. Ini tidak salah, menjadi seorang PNS tidak sekedar mendapatkan pekerjaan dan gaji semata, akan tetapi seorang PNS adalah abdi negara, abdi masyarakat yang mampu mengemban dan melaksanakan tugasnya secara professional, disamping harus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi kredibilitas, mobilitas dan kinerja dari instansi yang terkait. PNS dituntut untuk memiiki karakter kepribadian yang mulia, karena terkait dengan hubungan antar personal, antar jenjang, antar lembaga, juga bersinggungan langsung dengan masyarakat umum yang mempengarui iklim kerja dan pelayanan publik. Selain itu, seorang PNS harus menjadi pribadi yang jujur dan bertanggungjawab, apalagi berhubungan dengan keuangan, jika tidak mampu mengemban tentu akan terjerumus dalam penyelewengan, penggelapan dan korupsi, hal yang mejadi momok pembangunan.

Pada kenyataan di lapangan, dengan syarat dan kriteria yang ketat disetiap tahapan seleksi, banyak pelamar CPNS yang harus gigit jari tidak mampu menembus sampai lolos manjadi CPNS, bahkan pada tahap awal saja, seleksi administrasi, ribuan pelamar harus menerima kenyataan pahit, gagal administrasi. Diantara penyebabnya adalah kualifikasi pendidikan yang tidak sesuai, persyaratan berkas yang kurang lengkap, latar belakang pendidikan yang tidak sesuai standar minimal dan sebagainya. Di tahap berikutnya, Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang meliputi TWK, TIU, TKP, benar-benar menjadi momok bagi peserta, Ada tiga passing grade yang ditentukan BKN, yakni TKP minimal 143, Tes Intelegensia Umum (TIU) minimal 80, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) minimal 75. Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur Kemenpan RB, Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, bahwa dari 60 persen data hasil ujian SKD CPNS 2018 yang telah keluar, kelulusan di pemerintah daerah (pemda) masih di bawah 10 persen, dan pemerintah pusat di kisaran 10 persen. Dengan passing grade yang cukup tinggi, cakupan soal yang kompleks, opsi jawaban yang mirip ditambah dengan waktu pengerjaan yang minim menjadi penyebab sebagian besar peserta tidak lolos. Perjuangan peserta yang lolos SKD belum usai, masih tahapan terakhir, yakni Seleksi Kemampuan Bidang (SKB), dimana SKB juga menerapkan tes yang sesuai dengan jenis jabatan dan formasi yang dipilih, yakni Jabatan Fungsional tertentu (JFT) dan Jabatan Pelaksana (JP).

Dengan berbagai tahapan seleksi ini, sangatlah wajar jika banyak peserta seleksi CPNS berguguran, tidak lolos sampai tahap akhir. Dalam hal ini, pemerintah juga tidak bisa dituding sebagai penyebab mimpi pelamar menjadi kandas, bagaimanapun juga dengan perbandingan kuota formasi dengan jumlah pelamar yang jomplang, maka dalam penyelenggaraan penerimaan CPNS perlu sistem seleksi yang ketat dan transparan, sehingga tidak terkesan melakukan praktek-praktek KKN (korupsi, Kolusi dan Nepotisme).

Pelajaran penting yang bisa diambil, terutama bagi calon pelamar CPNS adalah perlunya persiapan sedini mungkin, selain harus menguasai disiplin ilmu yang ditekuni, juga perlu penguasaan pengetahuan dasar. Dengan adanya SKD dan SKB membuktikan bahwa hanya calon pelamar ?sempurna? yang mengusai kemampuan dasar numerik, verbal, kepribadian dan berwawasan kebangsaan serta mahir dibidangnya yang mampu lolos menjadi CPNS. Dengan kata lain, untuk menjadi seorang CPNS tidak hanya dibutuhkan semangat dan pasrah saja, perlu usaha maksimal yang dibarengi dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Bijaksana.