ARTIKEL TERBARU

Pendidikan Muhammadiyah di Era Digital
31 Desember  2018

Pendidikan Madrasah di Era Digital
31 Desember  2018

Jalan Terjal Menjadi (C)PNS
31 Desember  2018

Fenomena Klithih
31 Desember  2018

Bencana Alam Dilihat dari Perspektif Agama
31 Desember  2018

Belajar dari SKD CPNS 2018
31 Desember  2018

Guru Milenial
9 Desember  2018

Pembentukan Bayangan Pada Mikroskop
13 September  2018

Pembentukan Bayangan Pada Lup
16 July  2018

Pembentukan Bayangan Pada Mata
13 July  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Lensa Cekung
25 Juni  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Lensa Cembung
25 Juni  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Cermin Cekung
24 Juni  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Cermin Cembung
22 Juni  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Cermin Datar
20 Juni  2018

Bangun Ruang Sisi Datar (Limas)
22 Mei  2018

Bangun Ruang Sisi Datar (Prisma)
21 Mei  2018

Bangun Ruang Sisi Datar (Balok)
21 Mei  2018

Bangun Ruang Sisi Datar (Kubus)
20 Mei  2018

Bangun Datar (Lingkaran)
9 Mei  2018


Selamat datang di portal ini. Jangan lupa saran, kritik dan komentarnya untuk perbaikan dan penyempurnaan web. Terimasih atas kunjungan dan partisipasi Anda. Salam sukses...





Guru Milenial
 

Peringatan hari guru pada beberapa waktu lalu dapat dijadikan momentum untuk mempertegas paradigma guru dalam mengarungi dunia pendidikan. Peran guru yang cenderung klasik, transfer of knowledge dari buku panduan atau modul secara tatap muka perlu disempurnakan dengan metode atau model pembelajaran yang mengikuti alur kekinian. Dimana pada saat ini anak-anak usia sekolah dasar bisa dikatakan sebagai generasi milenial, generasi yang identik dengan kemajuan teknologi , serba instan dan mempunyai gaya kehidupan yang konsumtif.

Perkembangan teknologi yang tak terbendung, terutama teknologi informasi diberbagai bidang kehidupan maka mau tidak mau berimbas pada gaya belajar peserta didik. Gadget, seperti smartphone, tablet, netbook, laptop merupakan benda-benda yang sudah tidak asing lagi bagi setiap siswa. Dengan berbagai alat canggih ini, siswa dengan mudahnya mengakses berbagai hal atau aplikasi yang diperlukan, terlepas dari pengaruh positif atau negatif. Khususnya dalam kegiatan belajar mengajar, siswa yang kreatif, cerdas dan rasa keingintahuan yang tinggi tentu dapat lebih dini dan lebih luas dalam mendalami ilmu yang diajarkan gurunya tanpa harus duduk di dalam kelas, bahkan tanpa harus tatap muka dengan gurunya tetapi dengan menggunakan piranti tersebut, baik untuk browsing artikel, video atau diskusi via media sosial (medsos).

Seorang guru apabila hanya mengandalkan ilmunya tanpa mengikuti perkembang (alat) teknologi informasi, terutama cara penggunaan aplikasi beserta fungsi umum alat tersebut tentu akan ketinggalan baik dari sisi ketrampilan penguasaan teknologi maupun kinerjanya. Guru tidak hanya dituntut menguasai disiplin ilmunya saja, tetapi seyogyanya bisa mengerti atau bahkan menguasai displin ilmu diluar dirinya, terutama teknologi informasi yang berpengaruh terhadap kinerja, kenyamanan dan kualitas pekerjaannya. Oleh karena itu, guru hendaknya akrab dengan perkembangan dunia teknologi informasi termasuk penggunaan aplikasi yang terkait dengan bidang ilmunya. Pada saat ini, hampir semua kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilepaskan dari teknologi informasi, seperti persentasi bahan ajar, pembuatan bahan ajar digital, penilaian berbasis komputer atau online, , pengolahan nilai, dan sebagainya. Contoh aplikasi teknologi yang setidaknya akrab dengan pembelajaran, diantaranya powerpoint, macromedia flash, excel, word, youtube, blogspot, corel draw, facebook, whatshap, dan sebagainya, dimana berbagai aplikasi ini akan mempermudah, memperjelas dan membuat kegiatan pembelajaran lebih interaktif dan menyenangkan.

Disisi lain, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan Nasional (kemdiknas) dan Kementerian Agama (kemenag), sebagai institusi pendidikan juga mulai mengintegrasikan perkembangan teknologi informasi pada dunia kerja dan dunia pendidikan sejak beberapa tahun terakhir, diantaranya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), penilaina harian atau akhir semester berbasis computer (CBT), absensi elektronik, aplikasi rapot digital dan sebagainya. Dengan berbagai kondisi dan tuntutan ini, mau tidak mau, suka tidak suka guru harus mampu menerima, mengikuti dan melaksanakan berbagai aplikasi teknologi tersebut. Selain harus membekali diri dengan kepemilikan piranti teknologi tersebut, juga mampu menggunakan aplikasi-aplikasi yang ditentukan, sehingga guru dapat bekerja dengan profesional, tenang, nyaman dan fokus. Untuk bisa menjadi guru yang millennial, guru yang akrab dengan teknologi, perlu dilakukan beberapa cara atau tindakan, diantaranya :

Pertama, selalu belajar mengenai perkembangan teknologi informasi beserta terapannya yang menyangkut disiplin ilmu. Perkembangan teknologi informasi tak mengenal batas akhir, selalu saja ada inovasi dan kreatifitas. Seorang guru harus mampu mengikutinya agar ilmunya selalu terupdate. Guru dituntut untuk lebih tahu tentang disiplin ilmunya daripada siswanya. Dengan mengetahui dan menguasai teknologi terkini akan menambah kebijaksanaan dan kewibawaan guru di depan siswa-siswanya.

Kedua, rajin mengikuti pelatihan teknologi informasi, baik diadakan lembaga maupun inisiatif sendiri. Menguasai teknologi informasi hanya sebatas teori tentu tak maksimal, dengan melalui praktikum, workshop dan kerja nyata tentu bisa menjadi lebih bermakna dan berdaya guna. Dalam hal ini, peran pemerintah sangat penting untuk selalu mengadakan pelatihan teknologi informasi secara berkala.

Ketiga, saling sharing pengetahuan atau ketrampilan dengan teman-teman sejawat. Setiap guru tentu mempunyai penguasaan teknologi informasi yang berbeda-beda, dengan saling berkomunikasi diharapkan menambah ilmu bagi guru yang belum terlalu paham dan memperkuat ilmu bagi guru yang sudah paham.

Dengan melakukan tindakan-tindakan tersebut, dharapakan akan terbentuk guru yang berwawasan teknologi, berpengetahuan luas disamping disiplin ilmunya serta beretos kerja tinggi sehingga tercipata kualitas guru yang mumpuni dalam menghadapi generasi milenial yang penuh tantangan, inovasi dan kreatifitas yang imbasnya akan meningkatkan kualitas pengajaran.