ARTIKEL TERBARU

Guru Profesional
19 September  2019

Dilematika BPJS
15 September  2019

Tahun Baru 1441 Hijriyah Sebagai Momentum Menjalin Ukhuwah
12 September  2019

Tahun Baru Hijriyah 1441 H Sebagai Momentum Merajut Kebhinekaan Bangsa
9 September  2019

Relokasi Ibukota, Segenting Apa?
1 September  2019

Korelasi Profesionalisme dengan Kenyamanan Kerja
26 Agustus  2019

Pendidikan Muhammadiyah di Era Digital
31 Desember  2018

Pendidikan Madrasah di Era Digital
31 Desember  2018

Jalan Terjal Menjadi (C)PNS
31 Desember  2018

Fenomena Klithih
31 Desember  2018

Bencana Alam Dilihat dari Perspektif Agama
31 Desember  2018

Belajar dari SKD CPNS 2018
31 Desember  2018

Guru Milenial
9 Desember  2018

Pembentukan Bayangan Pada Mikroskop
13 September  2018

Pembentukan Bayangan Pada Lup
16 July  2018

Pembentukan Bayangan Pada Mata
13 July  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Lensa Cekung
25 Juni  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Lensa Cembung
25 Juni  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Cermin Cekung
24 Juni  2018

Pembentukan dan Sifat-sifat Bayangan Pada Cermin Cembung
22 Juni  2018


Selamat datang di portal ini. Jangan lupa saran, kritik dan komentarnya untuk perbaikan dan penyempurnaan web. Terimasih atas kunjungan dan partisipasi Anda. Salam sukses...



WA. 0831-0519-9711 (Dicks-Dix)


Guru Profesional
 

Seorang guru bertugas sebagai pangajar dan pendidik. Dalam menjalankan profesinya, kadang seorang guru sebatas memenuhi kewajiban sehingga mendapat gaji tiap bulan. Padahal peran guru sangat vital dalam memajukan pendidikan dan mencetak generasi masa depan bangsa. Menjadi guru tidak sekedar mentransfer ilmu kepada anak didik, tidak sekedar rutinitas dan penggugur kewajiban semata. Menjadi guru harus dengan komitmen dan dedikasi yang tinggi, sehingga hidup menjadi lebih bermakna, beramal dan berhasil guna. Profesi sebagai guru bias dibilang multi talenta, karena disana guru berperan sebagai inspirator, motivator, fasilitator, kreator dan sekaligus aktor. Guru dapat berperan sebagai orangtua, kakak bahkan sahabat bagi anak didik, sehingga anak didik merasa senang dan nyaman mengikuti kegiatan pembelajaran. Lalu bagaimana agar menjadi guru idola dari para anak didik? Guru yang menjadi idola akan dinanti-nantikan kehadirannya di kelas, dipahami pembelajarannya, didengarkan petuah-petuahnya, ditaati perintah-perintahnya, mampu memberi inspirasi dan motivasi, menjadi teladan dari sikap, prilaku dan tindakan, serta mampu memahami keadaan anak didik.

Untuk menjadi guru idola diperlukan beberapa bakat, persiapan dan modal, karena di kelas, seorang guru menjadi satu-satunya pusat perhatian seluruh anak didik. Berikut ini beberapa cara menjadi seorang guru idola :
1. Menguasai materi
Cara pertama dan utama adalah menguasai materi yang diampu. Karena tugas utama guru adalah menyampaikan materi pembelajaran. Guru harus menguasi konsep, dasar bahkan tingkat lanjut dari bidang ilmunya. Dengan begitu, ia akan percaya diri dalam memberi ilmu kepada anak didik. Jika ada materi yang menjadi permasalahan di kalangan anak didik, maka guru dapat segera mencari dan menyelesaikan solusi secara tepat dan bijaksana. Pun, jika ada anak didik yang bertanya, ia dapat mendapatkan jawaban yang memuaskan, sehingga menambah semangat belajar di kelas, bahkan di luar kelas. Tidak ada kata berhenti belajar dari seorang guru, ia harus selalu mengupdate penguasaan ilmunya, seperti belajar via internet ataupun dengan teman sejawat. Hal yang memprihatinkan jika anak didik lebih menguasai bidang ilmu dibandingkan gurunya.
2. Wawasan luas
Mengajar tidak berarti hanya menyampaikan bidang ilmu tertentu. Selain menyebabkan anak didik jenuh, juga tidak terkesan monoton. Guru perlu mempelajari bidang ilmu lain baik secara langsung maupun tidak langsung berhubungan dengan ilmu yang diampu. Akan lebih baik jika guru mampu mencari penerapan atau korelasi dengan disiplin ilmu lain, sehingga ada kerterkaitan antar disiplin ilmu. Guru wajib mengetahui dan mengikuti perkembangan informasi sehari-hari, seperti masalah sosial, politik, budaya, hukum, teknologi dan lain sebagainya. Guru yang berwawasan luas akan menambah kebijaksaan dan variasi dalam kegiatan pembelajaran, semisal memberikan motivasi dan inspirasi serta ibrah dari suatu peristiwa.
3. Metode, model dan gaya mengajar
Dalam suatu kelas terdapat karakteristik dari sikap, ketrampilan dan intelektual yang berbeda-beda sejumlah anak didik di kelas tersebut. Guru harus mampu memainkan peran penuh sebagai ?penguasa? kelas untuk dapat mengakomodir berbagai perbedaan tersebut. Diperlukan berbagai metode dan model pembelajaran sedemikian sehingga seluruh peserta didik di kelas mampu menangkap materi pembelajaran. Mengharapkan seluruh anak didik pintar dalam semua bidang ilmu adalah hal yang tidak mungkin, karena memang otak manusia didesain secara spesifik untuk penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu. Akan tetapi membiarkan anak didik bodoh adal hal yang tabu bagi guru. Guru perlu jeli melihat karakteristik dan kemampuan dari anak didiknya sehingga dapat tepat dalam menggunakan metode dan model pembelajaran. Berbagai alat peraga dan perkembangan teknologi informasi terkini dapat digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran, sehingga anak didik lebih antusias, semangat dan flexibel dalam mengikutinya. Guru dalam menyampaikan materi harus dengan intonasi jelas, mudah dipahami, sistematis dan hierarkis. Jika menggunakan media tulisan, maka harus mudah dibaca, jelas, variatif dan proporsional. Sebagai variasi dan refreshing, ice breaking, permainan terbatas dan humor juga perlu untuk menyegarkan dan mencairkan ketegangan pembelajaran.
4. Penampilan fisik
Menjadi pusat perhatian adalah hal yang menyenangkan sekaligus menyebalkan. Menyenangkan jika respon dari fans atau audience selalu positif dan membangun. Menyebalkan jika respon dari fans atau audience selalu negatif dan menjatuhkan. Guru sebagai aktor tunggal di kelas, mau tidak mau, suka tidak suka akan menjadi pusat perhatian oleh seluruh anak didik di kelas tersebut. Secara fisik, dari ujung kaki sampai ujung rambut tidak luput dari perhatian anak didik. Dari model sepatu, model busana, cara berbusana dan pernak-pernik serta cara berjalan, gaya bicara, mimik wajah, gerakan tangan, sorotan mata sampai make-up dan aroma parfum tak luput dari perhatian anak didik. Wajib hukumnya bagi seorang guru untuk menjaga penampilan fisiknya untuk selalu prima dan energik, tetapi tidak berlebihan atau norak, sehingga nyaman dipandang.
5. Sikap dan prilaku
Yang tidak kalah pentingnya dari penampilan fisik adalah pentingnya menjaga sikap dan prilaku seorang guru. Sebagai orangtua, guru harus mampu menjadi panutan dan teladan bagi seluruh anak didik. Baik di dalam maupun di luar kelas, guru harus mampu menjaga sikap dan prilakunya. Terutama di dalam kelas, dalam banyak menghadapi berbagai anak didik dengan latar belakang berbeda diperlukan , sikap, prilaku dan karakter antara lain bijaksana, adil, sabar, sopan, rendah hati, jujur, transparan, terbuka, ramah, tegas, disiplin, konsisten, komitmen dan bertanggungjawab.

Demikian beberapa faktor yang diperlukan agar seorang guru menjadi idola dan panutan bagi para anak didik. Untuk menjadi sempurna tidaklah mungkin, akan tetapi setidaknya guru dapat berupaya untuk menjadi pribadi yang berkharisma, berdedikasi dan bertanggungjawab dalam menjalani profesinya.